Tuesday, January 1, 2008

CeriTa yang taK pErnaH TeRSamPaiKan...

Katarak membuatnya tak lagi mampu melihat dengan jelas, rambutnya pun telah dihiasi helai2 putih dan kerut diwajahnya pun semakin jelas. Meski demikian tak mampu lagi ia sembunyikan luka hati yang terlalu dalam di perjalanan hidupnya yg hampir 60 tahun.

Ia pejuangku, pahlawanku!! Hidup ini dilaluinya dengan tegar dan mencoba untuk terus percaya dan yakin semua sakit bisa dilaluinya. Ia tak pernah berhenti membanting tulang untuk buah hati terkasih dan mengabdi pada kekasih hati dengan segenap cinta. Ia jalani semua sebagai keteguhan terhadap pilihan hati.

Hari itu dunia sempurnanya terhempas badai duniawi, kekasih hati khianati ikatan suci untuk sekecap nikmat dunia karena setitik kuasa. Ia berusaha tegar walau berurai air mata dan buncahan amarah. Kata cerai terus terurai dari semua yang mengasihinya tapi ia bertahan demi buah hatinya. Ia coba maafkan dan melangkah maju. Ia terus bertahan dampingi kekasih hati walau dengan luka. Langkahnya tak pernah sekalipun terhenti.

Lukanya belum lagi kering namun badai kembali menghempas, ia harus menjadi tulang punggung keluarga setelah kekasih hati terbuang dari puncak jaya. Kembali kata cerai berkumandang dari mereka yang peduli, dan ia terus bertahan untuk sang buah hati.

Hari ini kembali ku jadi saksi bagaimana sang pejuang ku, pahlawanku terhempas badai yang serupa yang lebih besar. Disaat semua cantiknya perlahan pudar ditelan waktu dan beribu kekurangan mengemuka kekasih hati kembali berpaling. Ia diam demi sang buah hati walau setahun sudah hatinya tersayat.

Hari itu sang buah hati ungkapkan cerita dibalik sejuta diamnya selama ini. Ia terbangun dari semua mimpi buruk karena tak lagi harus melindunginya. Ia utarakan lelah yg selama ini terpikul dengan bulir air mata yg selama ini tersembunyi...bukan kelegaan yang kudapati darinya saat semua tertumpah deras tapi luka hati meradang tanpa ada lagi yg mampu sembuhkan.

Ia hanya mencoba terus tegar jalani semua seperti rutinitas yg sudah dihafal luar kepala dan hanya memohon dekap hangat illahi untuk terus menguatkan dirinya...

Pahlawanku engkau berjuang pada perang tersulit dalam hidup dan aku percaya dirimu pemenang sejati yg mampu memberiku contoh atas keteguhan hati dan percaya pada NYA adalah satu2nya jalan mencapai kesejatian hidup.