
Dulu April selalu ku sambut karena Dia pasti ada disana.
Dulu April selalu ku tunggu karena suaranya lepaskan semua rindu.
Dulu April selalu ku nanti karena pasti tenang ku rasa.
Ketika tepat ditengah malam sayup suaranya terdengar diujung telepon.
Ketika petikan gitar beriring lagu "Kangen" Dewa 19 Dia coba nyanyikan.
Ketika semua keluh serta kesah berubah rindu tak terbatas.
Ketika tawanya ungkapkan semua beban yang dia rasa.
Tapi itu dulu...
Sewaktu aku berkata tak akan ada air mata mengiringi perginya.
Sewaktu Dia hanya tertawa mendengar pernyataan tegas ku.
Sewaktu kita habiskan waktu berbincang tanpa ujung.
Tapi itu dulu...
Hari ini Dia tidak lagi ada.
Hari ini aku sendiri.
Hari ini hanya rindu yang tak lagi mampu tersampaikan.
Ketika April tiba...
Aku hanya ingin tertidur.
Aku hanya ingin melewatinya.
Aku hanya ingin pergi dimana April tidak ada.
Ketika April tiba...
Aku hanya ingin bersama Dia melewati satu malam
Meniup lilin ulang tahunnya,tertawa, berbagi rasa...
to. B - Sahabat April Ku
Dulu April selalu ku tunggu karena suaranya lepaskan semua rindu.
Dulu April selalu ku nanti karena pasti tenang ku rasa.
Ketika tepat ditengah malam sayup suaranya terdengar diujung telepon.
Ketika petikan gitar beriring lagu "Kangen" Dewa 19 Dia coba nyanyikan.
Ketika semua keluh serta kesah berubah rindu tak terbatas.
Ketika tawanya ungkapkan semua beban yang dia rasa.
Tapi itu dulu...
Sewaktu aku berkata tak akan ada air mata mengiringi perginya.
Sewaktu Dia hanya tertawa mendengar pernyataan tegas ku.
Sewaktu kita habiskan waktu berbincang tanpa ujung.
Tapi itu dulu...
Hari ini Dia tidak lagi ada.
Hari ini aku sendiri.
Hari ini hanya rindu yang tak lagi mampu tersampaikan.
Ketika April tiba...
Aku hanya ingin tertidur.
Aku hanya ingin melewatinya.
Aku hanya ingin pergi dimana April tidak ada.
Ketika April tiba...
Aku hanya ingin bersama Dia melewati satu malam
Meniup lilin ulang tahunnya,tertawa, berbagi rasa...
to. B - Sahabat April Ku

No comments:
Post a Comment